Diakhir tahun 2012 ini ada satu isu yang agak menyedot perhatian : Kiamat!. Banyak sekali analisa dan perhitungan yang disodorkan. Dari mulai ramalan suku kuno Maya hingga perhitungan canggih yang dikeluarkan oleh NASA. Oke lah, dalam tulisan ini saya tidak akan membahas soal kiamat ini dari perspektif agama (Islam). Karena bila dikupas dari sudut pandang agama, maka jelas sudah jawabannya dan tidak perlu diperdebatkan. Tapi dari perspektif yang lain? hmmm...banyak sekali tingkah pola manusia yang menyikapi isu kiamat ini. Kalo nggak salah, tanggal kiamat itu 12 bulan 12 tahun 2012, ya...12-12-12, ya kan? gitu isunya? Cantik sekali tanggalnya ya? Masa iya Tuhan memilih nomor cantik untuk "menyudahi" panggung sandirwara ini?
Mencermati tingkah polah manusia menghadapi formasi angka 12-12-12 memang cukup menarik. Formasi angka tersebut selain digadang-gadang sebagai waktunya kiamat, juga banyak yang menganggap sebagai tanggal keberuntungan. Bahkan sampai ada selebriti yang sedang hamil mau men-sesar bayi yang dikandungnya supaya lahir di tanggal itu. Katanya membawa keberuntungan!. Kemudian, ditanggal 12-12-12 juga penghulu kebanjiran order, banyak sekali terjadi pernikahan di tanggal ini. Tapi yang memilih cerai ditanggal ini saya belum cermati, apakah di pengadilan agama juga kebanjiran order untuk sidang perceraian. Yang pasti, tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 menjadi angka unik yang ditandai dengan berbagai peristiwa. Tapi ya itu, oke lah..yang menandai angka tersebut dengan berbagai kejadian dalam hidup seperti kelahiran, perkawinan, lamaran, dsb masih bisa saya tolelir. Tapi yang menandai tanggal tersebut sebagai jatuhnya hari kiamat? haddeuuh...kok ya tega. Saya sampe bilang sama istri ketika seluruh anggota rumah ngomongin soal kiamat, saya bilang, "besok ga bakal kiamat, wong kita mau pasang tegel teras, udah beli keramik, booking tukang, beli semen...masa kiamat?" Kalo nggak jadi pasang tegel teras gara-gara tukangnya sakit, atau yang jualan pasir dan semennya pulang kampung, ya oke lah..saya bisa terima. Tapi kalo batal pasang tegel teras gara-gara kiamat, waduuh..kok ya jadi lebay...ini ada-ada aja deh orang yang meniupkan isu kiamat. Tho, soal penanggalan suku Maya yang berakhir di 12-12-12 itu bukan artinya berakhir dunia, tapi ya ganti tahun!. Kayak tanggalan kita yang abis setiap 31 Desember dan balik lagi ke 1 Januari. Hanya sistem angkanya saja yang berbeda antara kita dan mereka. Rumit lah kalo dijelasin disini. Pokoknya gitu...
Balik lagi ke isu kiamat...saya kok ya kadang pingin ketawa juga...banyak sekali "persiapan" yang dilakukan oleh orang-orang di seantero dunia dalam menghadapi isu horor tersbut. Ada yang bikin perahu, ada yang bikin bunker, ada yang nyiapin pesawat terbang canggih, dan ada juga yang nyiapin bahan makanan banyak sekali dirumahnya. Dari sini aja bisa ketahuan, kalo persepsi orang-orang soal kiamat kok ya beda-beda. Yang bikin perahu berarti persepsi kiamat adalah banjir dasyat. Yang nyiapin bunker berarti dunia ini dipenuhi oleh zat-zat kimia beracun sehingg mereka harus tinggal "didalam" bumi. Yang nyiapin pesawat berarti di udara lebih aman. Yang nyiapin segala kebutuhan dan menyetok segala bahan pangan di rumah dalam jumlah besar berarti berfikir kalo kiamat itu bakal ga ada lagi toko2, pasar, supermarket, warung, dsb. Hmmm...dengan adanya perbedaan persiapan dan antisipasi yang dilakukan oleh manusia dalam menghadapi kiamat saja saya sudah bisa menduga kalo isu kiamat itu hanya isapan jempol. Lha sekarang kita yang nggak nyiapin apa-apa untuk menghadapi isu kiamat, mau nurutin cara yang mana? bikin perahu atau bikin bunker?? atau nyetok mi instan dan gas elpiji di rumah?? Ah..kalo saya sih mending nerusin pasang tegel teras dirumah...